Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

COELENTERATA DAN CTENOPHORA


Zoologi Invertebrata
Invertebata atau Avertebrata adalah kelompok hewan yang tidak bertulang belakang/ punggung. Zoologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hewan. Hewan Invertebrata adalah hewan yang tidak bertulang punggung, serta memiliki struktur morfologi dan anatomi lebih sederhana dibandingkan dengan kelompok hewan bertulang punggung/belakang, juga sistem pencernaan, pernapasan dan peredaran darah lebih sederhana dibandingkan hewan vertebrata. Invertebrata atau Avertebrata bukanlah suatu nama filum, melainkan sebuah kelompok dari filum-filum yang anggotanya terdiri dari hewan-hewan yang tidak memiliki tulang punggung. Jadi zoologi invertebrata adalah ilmu yang mempelajari tentang hewan yang tidak bertulang punggung/belakang.Filum-filum yang tergolong Invertebrata adalah Protozoa, Porifera, Cnidaria, Ctenophora, Platyhelminthes, Aschelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Echinodermata, dan Anthropoda.

Perkembangan Lapisan Tubuh
Berdasarkan jumlah lapisan sel, ada tidaknya ronga tubuh (selom), serta bentuk tubuhnya, hewan dibedakan menjadi hewan diplobastik, triplobastik, triplobastik aselomata, triplobastik pseudoselomata, dan triplobastik selomata.
Filum hewan yang tingkat embriogeninya mempunyai dua lapisan sel, yakni lapisan ektoderma dan endoderma disebut hewan diplobastik, meliputi Porifera, Cnidaria dan Ctenophora. Filum hewan yang tingkat tingkat embriogeninya tiga lapisan yakni ektoderma, mesoderma, dan endoderma di sebut triplobastik. Contohnya adalah Plathyhelminthes (cacing pipih). Oleh karena cacing pipih tidak memiliki rongga tubuh, maka disebut hewan triplobastik aselomata (a = tidak, selom = rongga tubuh).
Setingkat lebih tinggi dari cacing pipih adalah caing gilik Nematoda. Pada filum Nematoda, terbentuk rongga tubuh semu. Oleh karena itu cacing gilik tergolong hewan tripobastik pseudoselomata. Pada filum hewan lain yang tingkatannya lebih tinggi, muncul rongga tubuh, maka disebut sebagai hewan triplobastik selomata. Filum-filum hewan triplobastik selomata meliputi Annelida, Mollusca, Arthropoda, dan Echinodermata. Semua hewan bertulang belakang atau vertebrata juga termasuk hewan triplobastik selomata.
           
Coelenterata (Cnidaria)

Coelenterata sering disebut hewan berongga. Pemberian hewan berongga sebetulnya tidek tepat karena coelenterata adalah hewan yang tidak memiliki rongga tubuh sebenarnya (acoelomata), yang dimiliki hanyalah sebuah rongga sentral yang disebut coelenterons (rongga gastrovaskuler), rongga tempat terjadinya pencernaan dan pengedaran sari-sari makanan.
Hewan karang termasuk salah satu anggota dari Cnidaria. Cnidaria bersama Ctenophora digolongkan ke dalam kelompok nontakson yang disebut Coelenterata. Coelenterata berasal dari kata koilos yang berarti rongga tubuh atau selom dan enetron yang berarti usus, yang membentuk solenteron yang artinya rongga yang berfungsi sebagai usus. Hewan ini tidak memiliki usus yang sebenarnya, ususnya hanya berupa rongga tubuh.

Ukuran dan bentuk tubuh
Ukuran tubuh Coelenterata beraneka ragam. Ada yang penjangnya beberapa milimeter, misal Hydra dan ada yang mencapai diameter 2 m, misalnya Cyanea. Tubuh Coelenterata simetris radial dengan bentuk berupa medusa atau polip. Medusa berbentuk seperti lonceng atau payung yang dikelilingi oleh “lengan-lengan” (tentakel). Polip berbentuk seperti tabung atau seperti medusa yang memanjang.

Struktur dan Fungsi Tubuh
Coelenterata merupakan hewan diploblastik karena tubuhnya memiliki dua lapisan sel, yaitu ektoderm (epidermis) dan endoderm (lapisan dalam atau gastrodermis). Ektoderm berfungsi sebagai pelindung sedang endoderm berfungsi untuk pencernaan. Sel-sel gastrodermis berbatasan dengan coelenteron atau gastrosol. Gastrosol adalah pencernaan yang berbentuk kantong. Makanan yang masuk ke dalam gastrosol akan dicerna dengan bantuan enzim yang dikeluarkan oleh sel-sel gastrodermis. Pencernaan di dalam gastrosol disebut sebagai pencernaan ekstraseluler.Hasil pencernaan dalam gasrosol akan ditelan oleh sel-sel gastrodermis untuk kemudian dicerna lebih lanjut dalam vakuola makanan.Pencernaan di dalam sel gastrodermis disebut pencernaan intraseluler.Sari makanan kemudian diedarkan ke bagian tubuh lainnya secara difusi.Begitu pula untuk pengambilan oksigen dan pembuangan karbondioksida secara difusi.Coelenterata memiliki sistem saraf sederhana yang tersebar berbentuk jala yang berfungsi mengendalikan gerakan dalam merespon rangsangan.
Sistem saraf terdapat pada mesoglea. Mesoglea adalah lapisan bukan sel yang terdapat diantara lapisan epidermis dan gastrodermis. Gastrodermis tersusun dari bahan gelatin. Tubuh Coelenterata yang berbentuk polip, terdiri dari bagian kaki, tubuh, dan mulut. Mulut dikelilingi oleh tentakel. Coelenterata yang berbetuk medusa tidak memiliki bagian kaki. Mulut berfungsi untuk menelan makanan dan mengeluarkan sisa makanan
karena Coelenterata tidak memiliki anus. Tentakel berfungsi untuk menangkap mangsa dan memasukan makanan ke dalam mulut. Pada permukaan tentakel terdapat sel-sel yang disebut knidosit (knidosista) atau knidoblas. Setiap knidosit mengandung kapsul penyengat yang disebut knidoblas (nematosista).
Tipe Cnidaria
Ada dua tipe tubuh Cnidaria, yaitu bentuk polip dan medusa.
  1. Bentuk polip (menempel) umumnya hidup soliter atau menyendiri, tetapi ada pula yang membentuk koloni. Hewan ini tidak dapat bergerak bebas karena melekat pada dasar perairan. Tubuh bagian tengah agak membesar, didalamnya terdapat rongga yang berfungsi sebagai usus. Tubuh bagian bawah mengecil dan menempel pada dasar batu atau nemda lain yang berada di dasar air. Bagian ini disebut sebagai bagian kaki.
  2. Bentuk medusa (melayang/berenang di air) merupaka fase reproduksi secara seksual. Medusa dapat menghasilkan dua macam gamet, yakni gamet jantan dan betina. Medusa dapat melepaskan diri dari induk dan berenang bebas di dalam air. Kita sering menamakannya sebagai ubur-ubur. Bentuknya seperti payung, dengan tentakel yang melambai-lambai. Ubur-ubur banyak dijumpai di laut dan sering terdampai di pasir pantai.
Cara hidup dan Mendapatkan Makanan
Coelenterata hidup bebas secara heterotrof dengan memangsa plankton dan hewan kecil di air. Mangsa menempel pada knodosit dan ditangkap oleh tentakel untuk dimasukkan kedalam mulut. Habitat Coelenterata seluruhnya hidup di air, baik di laut maupun di air tawar.Sebagaian besar hidup dilaut secara soliter atau berkoloni. Ada yang melekat pada bebatuan atau benda lain di dasar perairan dan tidak dapat berpindah untuk bentuk polip, sedangkan bentuk medusa dapat bergerak bebas melayang di air.
Cnidaria hidup di perairan yang jernih yang mengandung partikel-partikel organik, plankton, atau hewan-hewan kecil. Jika terdapat hewan, misalnya jentik-jentik nyamuk yang menempel pada tentakel dan mengenai sel knidoblas, maka sel-sel tersebut mengeluarkan racun. Jentik-jentik akan menjadi lemas oleh racun tersebut. Dengan segera tentakel tersebut menggulung, membawa hewan tangkapan tersebut masuk ke dalam mulut. Di bawah mulut terdapat kerongkongan yang pendek, kemudian makanan masuk ke dalam rongga ususnya atau gastrovaskuler. Jadi, kantong tubuhnya berfungsi sebagai usus. Di dalam usus, makanan dicerna melalui pencernaan luar sel. Sel-sel endoderma menyerap sari-sari makanan. Sisa-sisa makanan akan dimuntahkan melalui mulutnya, karena hewan ini tidak memiliki anus.
Reproduksi
Reproduksi Coelenterata terjadi secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dilakukan dengan pembentukan tunas. Pembentukan tunas selalu terjadi pada Coelenterata yang berbentuk polip.Tunas tumbuh di dekat kaki polip dan akan tetap melekat pada tubuh induknya sehingga membentuk koloni. Reproduksi seksual dilakukan dengan pembentukan gamet (ovum dengan sperma).Gamet dihasilakan oleh seluruh Coelenterata bentuk medusa dan beberapa Coelenterata bentuk polip. Contoh Coelenterata berbentuk polip yang membentuk gamet adalah hydra.
Klasifikasi Coelenterata (Cnidaria)
Coelenterata dibedakan dalam tiga kelas berdasarkan bentuk yang dominan dalam siklus hidupnya, yaitu Hydrozoa, Scypozoa, dan Anthozoa.
Hydrozoa

Hydrozoa (dalam bahasa yunani, hydro = air, zoa = hewan) sebagian besar memiliki pergiliran bentuk polip dan medusa dalam siklus hidupnya.Hydrozoa dapat hidup soliter.Contoh Hydrozoa adalah Hydra, Obelia, dan Physalia.Untuk Obelia merupakan Hydrozoa yang hidupnya berkoloni di laut.Obelia memiliki bentuk polip dan medusa dalam siklus hidupnya. 
    a. Hydra
Hidup di air tawar secara soliter. Makanannya jentik-jentik nyamuk. Bereproduksi secara aseksual dan seksual.
  b. Obelia
          Hidup di air laut secara koloni. Sebagian besar waktu hidupnya sebagai koloni polip. Bagian polip yang   berfungsi dalam hal makan disebut hidrant, sedang fase seksual (medusa) disebut gonangium.

Scyphozoa
Scyphozoa (dalam bahasa yunani, scypho = mangkuk, zoa = hewan) memiliki bentuk dominan berupa medusa dalam siklus hidupnya. Medusa Scyphozoa dikenal dengan ubur-ubur.Medusa umumnya berukuran 2 – 40 cm. Reproduksi dilakukan secara aseksual dan seksual.Polip yang berukuran kecil menghasilkan medusa secara aseksual. Contoh Scyphozoa adalah  Cyanea dan Chrysaora  fruttescens.
Anthozoa
Anthozoa (dalam bahasa yunani, anthus = bunga, zoa = hewan) memiliki banyak tentakel yang berwarna-warni seperti bunga.Anthozoa tidak memiliki bentuk medusa,hanya bentuk polip.Polip Anthozoa berukuran lebih besar dari dua kelas Coelenterata lainnya.Hidupnya di laut dangkal secara berkoloni.Anthozoa bereproduksi secara aseksual dengan tunas dan fragmentasi, serta reproduksi seksual menghasilkangamet.
Contoh Anthozoa adalah Tubastrea (koral atau karang), Acropora, Urticina (Anemon laut), dan turbinaria.Koral hidup di air jernih dan dangkal karena koral bersimbiosis dengan ganggang.Ganggang memberikan makanan dan membantu pembentukan rangka pada koral.Sedangkan koral memberikan buangan yang merupakan makanan bagi ganggang serta perlindungan bagi ganggang dari herbivora. Rangka koral tersusun dari zat kapur.Rangka koloni dari polip koral inilah yang membentuk karang pantai (terumbu karang) atau atol (pulau karang).
1.Mawar Laut (Anemon Laut)
Mawar laut menempel pada dasar perairan. Pada permukaan mulut Mawar Laut terdapat banyak tentakel berukuran pendek. Tentakel ini berfungsi untuk mencegah agar pasir dan kotoran lain tidak melekat sehingga Mawar Laut tetap bersih.

2.Koral (Karang)

Koral atau karang cara hidupnya berkoloni membentuk massa yang kaku dan kuat. Massa itu sebenarnya karang kapur yang dibentuk oleh generasi polip. Koral yang sudah mati, rangka kapurnya akan menjadi batu karang/terumbu. Ada tiga tipe batu karang, yaitu karang pantai, karang penghalang dan karang atol.
Contoh :
1.      Anemon laut : Metridium marginatum, Utricina crasicaris.
2.      Karang laut : Astrangia denae, Tubiphora musica
Peranan Coelenterata dalam Kehidupan Manusia
1. Makanan

Ubur-ubur ada yang dapat dimakan, misalnya Aurelia.

2. Hiasan
Anemon laut atau mawar laut banyak digunakan sebagai hiasan pada akuarium air laut.

3. Kosmetik/Kecantikan
Coelenterata yang banyak di perairan Indonesia dapat dimanfaatkan untuk dibuat tepung ubur-ubur, kemudian diolah menjadi bahan kosmetik / kecantikan.

4. Terumbu Karang
Coelenterata terutama kelas Anthozoa yaitu koral atau karang merupakan komponen utama pembentuk ekosistem terumbu karang. Ekosistem terumbu karang merupakan tempat hidup beragam jenis hewan dan ganggang. Keanekaragaman organisme terumbu karang yang paling tinggi terdapat di Asia Tenggara, dari Filipina dan Indonesia hingga Great Barier Reef di Australia. Dua puluh lima persen ikan yang dikonsumsi manusia juga hidup pada ekosistem ini. Selain itu, terumbu karang sangat indah sehingga dapat di jadikan objek wisata. Selain itu, terumbu karang merupakan lingkungan yang baik bagi ikan sehingga dihunni oleh berbagai jenis ikan. Pengabilan terumbu karang yang tidak terencana, penangkapan ikan dengan tuba (racun) atau listrik mengakibatkan kerusakan ekosistem laut. Akibatnya, banyak terumbu karang dan anemon laut yang punah. Akibat selanjutnya populasi ikan menurun sehingga merugikan manusia.

5. Pencegah Abrasi Laut

Karang di pantai sangat bermanfaat sebagai penahan ombak untuk mencegah pengikisan pantai. Karang atol, karang pantai, dan karang penghalang dapat melindungi pantai dari abrasi air laut.

6. Objek Wisata Taman Laut

Anemon laut atau mawar laut membentuk terumbu karang yang indah sehingga merupakan taman laut yang banyak dikunjungi wisatawan, misalnya Taman Laut Bunaken, Bali, dan Maluku.
Ctenophora
Beberapa zoolog menganggap ctenophora merupakan filum tersendiri, hidup di laut, permukaan tubuhnya memiliki 8 baris cilia,  tubuhnya mempunyai lapisan mesoderm, sehingga dekat dengan kelompok hewan triploblastik. Perbedaan hewan ini dengan Cnidaria adalah pada sistem pencernaannya, Ctenophora memiliki mulut untuk masuknya makanan serta dua lubang anus untuk mengeluarkan air dan kotoran di ujung yang lain.  Ctenophora tidak mempunyai nematoksis dan tentakelnya mengandung zat-zat pelekat untuk menangkap mangsa.
Hanya diketahui ada 100 spesies Ctenophora dan semua hidup di laut. Tubuh hewan ini lunak, tak berwarna, dan mampu menghasilkan cahaya (bioluminesensi). Hewan Ctenpohora sering kali disebut ubur-ubur sisir (comb jellies) karena dibagian luar tubuhnya terdapat barisan silia yang membentuk lempengan hingga seperti sisir. Sebagian besar Ctenophora memiliki sepasang tentakel panjang yang mengandung struktur lengket yang disebut koloblas. Ketika mangsa menyentuh tentakel, koloblas membuka. Koloblas tersebut akan mengeluarkan semacam benang yang digunakan untuk menangkap makanan dan memasukkannya ke dalam mulut. Makanannya berupa plankton, larva, cacing, dan Crustacea. Contoh Ctenophora antara lain Mertensia ovum, Mnemiopis, Pleurobranchia, dan Beroe cucumis.
Ctenophora memiliki siklus hidup yang sederhana. Gamet dihasilkan di dalam struktur yang disebut gonad,  yang ada di dalam rongga gastrovaskuler. Gamet dilepaskan ke dalam rongga kemudian dikeluarkan melalui mulut. Pembuahan terjadi di air laut. Telur yang telah dibuahi akan tumbuh menjadi Ctenophora kecil yang kemudian tumbuh menjadi Ctenophora dewasa.
Perbandingan dengan Coelenterata
No.
Persamaan
Perbedaan
1.
Tidak bercoelom
Ctenophora tidak memiliki nematokist kecuali Euchlola rubra
2.
Susunan syaraf difus
Perkembangan sel-sel otot Ctenophora berasal dari lapisan mesenkim
3.
Sistem organ belum berkembang
Ctenophora memiliki lempengan sisir dan koeloblast
4.
Lapisan gelatin ektomesoderm (kolenkima) berkembang baik
Ctenophora umumnya mempunyai stomodeum (faring)
5.
Simetri radial
-
6.
Mempunyai ujung oral dan aboral
-

Contoh Ctenophora


Pleurobrachia berenang dengan trailing tentakel                                                                              


Mnemiopsis, yang asli rentang sepanjang pantai Atlantik tropis Amerika Selatan telah menjadi invasif di Laut Hitam dan Laut Kaspia.



Beroe, sebuah ctenophore tanpa tentakel, feed pada ctenophore lain dengan berenang dengan besar menganga "mulut" nya terbuka.



Coeloplana, sebuah ctenophore bentik dengan penampilan lebih seperti siput laut daripada ikan jelly. Hewan ini diamati dari Darwin di Australia.
Kepentingan Ekonomi
Dalam ekonomi Ctenophora tidak memiliki arti penting. Dalam ilmu pengetahuan digunakan untuk menjelaskan filogeni binatang untuk menjelaskan struktur Ctenophora sudah berkembang lebih maju bila dibandingkan dengan filum Coelenterata.


DAFTAR PUSTAKA

Rusyana, Adun.2011. Zoologi Invertebrata. Bandung : Alfabeta
Syamsuri, Istamar.Biologi untuk SMA kelas X. Malang : Erlangga





FIQH ATAU HUKUM ISLAM


SEJARAH FIQIH

Masa Nabi Muhammad saw
Masa Nabi Muhammad saw ini juga disebut sebagai periode risalah, karena pada masa-masa ini agama Islam baru didakwahkan. Pada periode ini, permasalahan fiqih diserahkan sepenuhnya kepada Nabi Muhammad saw. Sumber hukum Islam saat itu adalah al-Qur'an dan Sunnah. Periode Risalah ini dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu periode Makkah dan periode Madinah. Periode Makkah lebih tertuju pada permasalah akidah, karena disinilah agama Islam pertama kali disebarkan. Ayat-ayat yang diwahyukan lebih banyak pada masalah ketauhidan dan keimanan.
Setelah hijrah, barulah ayat-ayat yang mewahyukan perintah untuk melakukan puasa, zakat dan haji diturunkan secara bertahap. Ayat-ayat ini diwahyukan ketika muncul sebuah permasalahan, seperti kasus seorang wanita yang diceraikan secara sepihak oleh suaminya, dan kemudian turun wahyu dalam surat Al-Mujadilah. Pada periode Madinah ini, ijtihad mulai diterapkan, walaupun pada akhirnya akan kembali pada wahyu Allah kepada Nabi Muhammad saw.

Masa Khulafaur Rasyidin
Masa ini dimulai sejak wafatnya Nabi Muhammad saw sampai pada masa berdirinya Dinasti Umayyah ditangan Mu'awiyah bin Abi Sufyan. Sumber fiqih pada periode ini didasari pada Al-Qur'an dan Sunnah juga ijtihad para sahabat Nabi Muhammad yang masih hidup. Ijtihad dilakukan pada saat sebuah masalah tidak diketemukan dalilnya dalam nash Al-Qur'an maupun Hadis. Permasalahan yang muncul semakin kompleks setelah banyaknya ragam budaya dan etnis yang masuk ke dalam agama Islam.
Pada periode ini, para faqih mulai berbenturan dengan adat, budaya dan tradisi yang terdapat pada masyarakat Islam kala itu. Ketika menemukan sebuah masalah, para faqih berusaha mencari jawabannya dari Al-Qur'an. Jika di Al-Qur'an tidak diketemukan dalil yang jelas, maka hadis menjadi sumber kedua . Dan jika tidak ada landasan yang jelas juga di Hadis maka para faqih ini melakukan ijtihad.
Menurut penelitian Ibnu Qayyim, tidak kurang dari 130 orang faqih dari pria dan wanita memberikan fatwa, yang merupakan pendapat faqih tentang hukum.

Masa Awal Pertumbuhan Fiqih
Masa ini berlangsung sejak berkuasanya Mu'awiyah bin Abi Sufyan sampai sekitar abad ke-2 Hijriah. Rujukan dalam menghadapi suatu permasalahan masih tetap sama yaitu dengan Al-Qur'an, Sunnah dan Ijtihad para faqih. Tapi, proses musyawarah para faqih yang menghasilkan ijtihad ini seringkali terkendala disebabkan oleh tersebar luasnya para ulama di wilayah-wilayah yang direbut oleh Kekhalifahan Islam.
Mulailah muncul perpecahan antara umat Islam menjadi tiga golongan yaitu Sunni, Syiah, dan Khawarij. Perpecahan ini berpengaruh besar pada ilmu fiqih, karena akan muncul banyak sekali pandangan-pandangan yang berbeda dari setiap faqih dari golongan tersebut. Masa ini juga diwarnai dengan munculnya hadis-hadis palsu yang menyuburkan perbedaan pendapat antara faqih.
Pada masa ini, para faqih seperti Ibnu Mas'ud mulai menggunakan nalar dalam berijtihad. Ibnu Mas'ud kala itu berada di daerah Iraq yang kebudayaannya berbeda dengan daerah Hijaz tempat Islam awalnya bermula. Umar bin Khattab pernah menggunakan pola yang dimana mementingkan kemaslahatan umat dibandingkan dengan keterikatan akan makna harfiah dari kitab suci, dan dipakai oleh para faqih termasuk Ibnu Mas'ud untuk memberi ijtihad di daerah di mana mereka berada.
Di Indonesia, Fiqih, diajarkan di lembaga-lembaga pendidikan keagamaan non formal seperti Pondok Pesantren dan di lembaga pendidikan formal seperti di Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah

Pengertian Fiqih

Dalam bahasa Arab, secara harfiah fiqih berarti pemahaman yang mendalam terhadap suatu hal. Beberapa ulama memberikan penguraian bahwa arti fiqih secara terminologi yaitu fiqih merupakan suatu ilmu yang mendalami hukum Islam yang diperoleh melalui dalil di Al-Qur'an dan Sunnah. Selain itu fiqih merupakan ilmu yang juga membahas hukum syar'iyyah dan hubungannya dengan kehidupan manusia sehari-hari, baik itu dalam ibadah maupun dalam muamalah.
Fiqih Secara istilah mengandung dua arti:
1. Pengetahuan tentang hukum-hukum syari’at yang berkaitan dengan perbuatan dan perkataan mukallaf (mereka yang sudah terbebani menjalankan syari’at agama), yang diambil dari dalil-dalilnya yang bersifat terperinci, berupa nash-nash al Qur’an dan As sunnah serta yang bercabang darinya yang berupa ijma’ dan ijtihad.
2. Hukum-hukum syari’at itu sendiri
Jadi perbedaan antara kedua definisi tersebut bahwa yang pertama di gunakan untuk mengetahui hukum-hukum (Seperti seseorang ingin mengetahui apakah suatu perbuatan itu wajib atau sunnah, haram atau makruh, ataukah mubah, ditinjau dari dalil-dalil yang ada), sedangkan yang kedua adalah untuk hukum-hukum syari’at itu sendiri (Yaitu hukum apa saja yang terkandung dalam shalat, zakat, puasa, haji, dan lainnya berupa syarat-syarat, rukun –rukun, kewajiban-kewajiban, atau sunnah-sunnahnya).

HUBUNGAN ANTARA FIQIH DAN AQIDAH ISLAM

Di antara keistimewaan fiqih Islam yang kita katakan sebagai hukum-hukum syari’at yang mengatur perbuatan dan perkataan mukallaf – memiliki keterikatan yang kuat dengan keimanan terhadap Allah dan rukun-rukun aqidah Islam yang lain. Terutama Aqidah yang berkaitan dengan iman dengan hari akhir.
Yang demikian Itu dikarenakan keimanan kepada Allah-lah yang dapat menjadikan seorang muslim berpegang teguh dengan hukum-hukum agama, dan terkendali untuk menerapkannya sebagai bentuk ketaatan dan kerelaan. Sedangkan orang yang tidak beriman kepada Allah tidak merasa terikat dengan shalat maupun puasa dan tidak memperhatikan apakah perbuatannya termasuk yang halal atau haram. Maka berpegang teguh dengan hukum-hukum syari’at tidak lain merupakan bagian dari keimanan terhadap Dzat yang menurunkan dan mensyari’atkannya terhadap para hambaNya.
Contohnya:
a. Allah memerintahkan bersuci dan menjadikannya sebagai salah satu keharusan dalam keiman kepada Allah sebagaimana firman-Nya :
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki.” (QS.Al maidah:6)
b. Juga seperti shalat dan zakat yang Allah kaitkan dengan keimanan terhadap hari akhir, sebagaimana firman-Nya:“(yaitu) orang-orang yang mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat.” (QS. An naml:3)
Demikian pula taqwa, pergaulan baik, menjauhi kemungkaran dan contoh lainnya, yang tidak memungkinkan untuk disebutkan satu persatu. (lihat fiqhul manhaj hal.9-12).

FIQIH ISLAM MENCAKUP SELURUH KEBUTUHAN MANUSIA

Tidak ragu lagi bahwa kehidupan manusia meliputi segala aspek. Dan kebahagiaan yang ingin dicapai oleh manusia mengharuskannya untuk memperhatikan semua aspek tersebut dengan cara yang terprogram dan teratur. Manakala fiqih Islam adalah ungkapan tentang hukum-hukum yang Allah syari’atkan kepada para hamba-Nya, demi mengayomi seluruh kemaslahatan mereka dan mencegah timbulnya kerusakan ditengah-tengah mereka, maka fiqih Islam datang memperhatikan aspek tersebut dan mengatur seluruh kebutuhan manusia beserta hukum-hukumnya.

Penjelasannya sebagai berikut:
Kalau kita memperhatikan kitab-kitab fiqih yang mengandung hukum-hukum syari’at yang bersumber dari Kitab Allah, Sunnah Rasulnya, serta Ijma (kesepakatan) dan Ijtihad para ulama kaum muslimin, niscaya kita dapati kitab-kitab tersebut terbagi menjadi tujuh bagian, yang kesemuanya membentuk satu undang-undang umum bagi kehidupan manusia baik bersifat pribadi maupun bermasyarakat. Yang perinciannya sebagai berikut:
1. Hukum-hukum yang berkaitan dengan ibadah kepada Allah. Seperti wudhu, shalat, puasa, haji dan yang lainnya. Dan ini disebut dengan Fiqih Ibadah.
2. Hukum-hukum yang berkaitan dengan masalah kekeluargaan. Seperti pernikahan, talaq, nasab, persusuan, nafkah, warisan dan yang lainya. Dan ini disebut dengan fikih Al ahwal As sakhsiyah.
3. Hukum-hukum yang berkaitan dengan perbuatan manusia dan hubungan diantara mereka, seperti jual beli, jaminan, sewa menyewa, pengadilan dan yang lainnya. Dan ini disebut fiqih mu’amalah.
4. Hukum-hukum yang berkaitan dengan kewajiban-kewajiban pemimpin (kepala negara). Seperti menegakan keadilan, memberantas kedzaliman dan menerapkan hukum-hukum syari’at, serta yang berkaitan dengan kewajiban-kewajiban rakyat yang dipimpin. Seperti kewajiban taat dalam hal yang bukan ma’siat, dan yang lainnya. Dan ini disebut dengan fiqih siasah syar’iah.
5. Hukum-hukum yang berkaitan dengan hukuman terhadap pelaku-pelaku kejahatan, serta penjagaan keamanan dan ketertiban. Seperti hukuman terhadap pembunuh, pencuri, pemabuk, dan yang lainnya. Dan ini disebut sebagai fiqih Al ‘ukubat.
6. Hukum-hukum yang mengatur hubungan negeri Islam dengan negeri lainnya. Yang berkaitan dengan pembahasan tentang perang atau damai dan yang lainnya. Dan ini dinamakan dengan fiqih as Siyar.
7. Hukum-hukum yang berkaitan dengan akhlak dan prilaku, yang baik maupun yang buruk. Dan ini disebut dengan adab dan akhlak
Demikianlah kita dapati bahwa fiqih Islam dengan hukum-hukumnya meliputi semua kebutuhan manusia dan memperhatikan seluruh aspek kehidupan pribadi dan masyarakat.

SUMBER-SUMBER FIQIH ISLAM

Semua hukum yang terdapat dalam fiqih Islam kembali kepada empat sumber:

AL QUR’AN
Al Qur’an adalah kalamullah yang diturunkan kepada Nabi kita Muhammad untuk menyelamatkan manusia dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang. Ia adalah sumber pertama bagi hukum-hukum fiqih Islam. Jika kita menjumpai suatu permasalahan, maka pertamakali kita harus kembali kepada Kitab Allah guna mencari hukumnya. Sebagai contoh :
a. Bila kita ditanya tentang hukum khamer (miras), judi, pengagungan terhadap bebatuan dan mengundi nasib, maka jika kita merujuk kepada Al Qur’an niscaya kita akan mendapatkannya dalam firman Allah swt: (QS. Al maidah : 90)
b. Bila kita ditanya tentang masalah jual beli dan riba, maka kita dapatkan hukum hal tersebut dalam Kitab Allah (QS. Al baqarah : 275). Dan masih banyak contoh-contoh yang lain yang tidak memungkinkan untuk di perinci satu persatu.

AS SUNNAH
As-Sunnah yaitu semua yang bersumber dari Nabi berupa perkataan, perbuatan atau persetujuan.
Contoh perkataan/sabda Nabi :
“Mencela sesama muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekufuran”( Bukhari no.46,48, muslim no. .64,97, Tirmidzi no.1906,2558, Nasa’I no.4036, 4037, Ibnu Majah no.68, Ahmad no.3465,3708)
Contoh perbuatan:
apa yang diriwayatkan oleh Bukhari (Bukhari no.635, juga diriwayatkan oleh Tirmidzi no.3413, dan Ahmad no.23093,23800,34528) bahwa ‘Aisyah pernah ditanya: apa yang biasa dilakukan Rasulullah dirumahnya ? Aisyah menjawab:
“Beliau membantu keluarganya; kemudian bila datang waktu shalat, beliau keluar untuk menunaikannya.”
Contoh persetujuan :
apa yang diriwayatkan oleh Abu Dawud (Hadits no.1267) bahwa Nabi pernah melihat seseorang shalat dua rakaat setelah sholat subuh, maka Nabi berkata kepadanya:
“Shalat subuh itu dua rakaat” orang tersebut menjawab, “sesungguhnya saya belum shalat sunat dua rakaat sebelum subuh, maka saya kerjakan sekarang.” Lalu Nabi saw terdiam”
Maka diamnya beliau berarti menyetujui disyari’atkannya shalat sunat qabliah subuh tersebut setelah shalat subuh bagi yang belum menunaikannya.
As-Sunnah adalah sumber kedua setelah al Qur’an. Bila kita tidak mendapatkan hukum dari suatu permasalahn dalam Al Qur’an maka kita merujuk kepada as-Sunnah dan wajib mengamalkannya jika kita mendapatkan hukum tersebut. Dengan syarat, benar-benar bersumber dari Nabi  dengan sanad yang sahih. As Sunnah berfungsi sebagai penjelas al Qur’an dari apa yang bersifat global dan umum. Seperti perintah shalat; maka bagaimana tatacaranya didapati dalam as Sunnah. Oleh karena itu Nabi bersabda:
“shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat” (Bukhari no.595)
Sebagaimana pula as-Sunnah menetapkan sebagian hukum-hukum yang tidak dijelaskan dalam Al Qur’an. Seperti pengharaman memakai cincin emas dan kain sutra bagi laki-laki.

IJMA’
Ijma’ bermakna: Kesepakatan seluruh ulama mujtahid dari umat Muhammad saw dari suatu generasi atas suatu hukum syar’i, dan jika sudah bersepakat ulama-ulama tersebut—baik pada generasi sahabat atau sesudahnya—akan suatu hukum syari’at maka kesepakatan mereka adalah ijma’, dan beramal dengan apa yang telah menjadi suatu ijma’ hukumnya wajib.
Dan dalil akan hal tersebut sebagaimana yang dikabarkan Nabi saw, bahwa tidaklah umat ini akan berkumpul (bersepakat) dalam kesesatan, dan apa yang telah menjadi kesepakatan adalah hak (benar).
Dari Abu Bashrah ra, bahwa Nabi saw bersabda:
“Sesungguhnya Allah tidaklah menjadikan ummatku atau ummat Muhammad berkumpul (besepakat) di atas kesesatan” (Tirmidzi no.2093, Ahmad 6/396)
Contohnya:
Ijma para sahabat ra bahwa kakek mendapatkan bagian 1/6 dari harta warisan bersama anak laki-laki apabila tidak terdapat bapak.
Ijma’ merupakan sumber rujukan ketiga. Jika kita tidak mendapatkan didalam Al Qur’an dan demikian pula sunnah, maka untuk hal yang seperti ini kita melihat, apakah hal tersebut telah disepakatai oleh para ulama muslimin, apabila sudah, maka wajib bagi kita mengambilnya dan beramal dengannya.

QIYAS
Yaitu: Mencocokan perkara yang tidak didapatkan didalamnya hukum syar’i dengan perkara lain yang memiliki nas yang sehukum dengannya, dikarenakan persamaan sebab/alasan antara keduanya.
Pada qiyas inilah kita meruju’ apabila kita tidak mendapatkan nash dalam suatu hukum dari suatu permasalahan, baik di dalam Al Qur’an, sunnah maupun ijma’.
Ia merupakan sumber rujukan keempat setelah Al Qur’an, as Sunnah dan Ijma’.
RukunQiyas
Qiyas memiliki empat rukun: 1. Dasar (dalil), 2. Masalah yang akan diqiyaskan, 3. Hukum yang terdapat pada dalil, 4. Kesamaan sebab/alasan antara dalil dan masalah yang diqiyaskan.
Contoh:
Allah mengharamkan khamer dengan dalil Al Qur’an, sebab atau alasan pengharamannya adalah karena ia memabukkan, dan menghilangkan kesadaran. Jika kita menemukan minuman memabukkan lain dengan nama yang berbeda selain khamer, maka kita menghukuminya dengan haram, sebagai hasil Qiyas dari khamer. Karena sebab atau alasan pengharaman khamer yaitu “memabukkan” terdapat pada minuman tersebut, sehingga ia menjadi haram sebagaimana pula khamer.
Inilah sumber-sumber yang menjadi rujukan syari’at dalam perkara-perkara fiqih Islam, kami sebutkan semoga mendapat manfaat, adapun lebih lengkapnya dapat dilihat di dalam kitab-kitab usul fiqh Islam ( fiqhul manhaj, ‘ala manhaj imam syafi’i)

Daftar Pustaka



METODE PEMECAHAN MASALAH

Pengajaran Sains di Sekolah

Pembaharuan pengajaran sains di sekolah dapat ditempuh dengan mengacu kepada prioritas penekanan permasalahaan yang dihadapi. Terdapat berbagai alternatif pemecahan masalah dalam pengajaran sains, yaitu :
 1.  Alternatif yang memberikan penekanan pada konsep-konsep pokok yang dapat diidentifikasi dalam disiplin-disiplin ilmu yang tercakup dalam sains.
 Alternatif ini bertolak dari pandangan bahwa bagaimanapun banyaknya informasi yang dapat dikumpulkan dalam sains, semuanya pada dasarnya dikembangkan dari konsep-konsep pokok tertentu yang merupakan kerangka sains. Konsep-konsep inilah yang relatif mempunyai masa berlaku yang cukup lama. Di Amerika Serikat, salah satu proyek pembaharuan pendidikan saind yang berpegang pada alternatif ini adalah COPES (Conceptually Oriented Program in Elementary Science)

2.      Alternatif yang memberikan penekanan pada metode sains sebagai bahan pengajaran di sekolah
Aternatif ini berpedoman pada pandangan bahwa yang paling penting dalam pengajaran sains di sekolah ialah memberi bekal kepada para anak didik untuk belajar sains. Dengan demikian materi seperti mengamati, mengklasifikasi, mengukur, menyudun hipotesis, dan lain-lain. Contoh program yang di kembangkan di Amerika Serikat dengan alternatif ini adalah SAPA (Science A Process Approach).

3.     Alternatif yang pempersoalkan apakah sains itu merupakan suatu disiplin ilmu atau kumpulan disipil ilmu
Alternatif ini lebih cenderung untuk melihat sains sebagai suatu disipli integratif atau terpadu, dan bukan sekadar kumpulan disiplin. Maka muncullah
berbagai gagasan dan proyek pembaharuan unutk memperkenalkan pengajaran sains secara terpadu.
Menurut A. Nichols (1981 : 49) sains terpadu merupakan pengajaran
berdasarkan   kesatuan. Untuk ini dapat digunakan pendekatan selektif terhadap materi menurut topik atau masalah yang dipilih sebagai pokok bahasan. Sedangkan Garnadi Prawirodirdji (1971:3) mengemukakan bahhwa ketrpaduan juga mencakup pendekatannya. Yang dimaksud dengan pendekatan terepadu ialah keterkaitan antara konsep suatu sub disiplin sains dengan disiplin lainnya dan dengan lingkungan kehidupan sehari-hari serta keterkaitan komsep sains dengan teknologi yang sedang berkembang.
Dari kedua pendapat para ahli di atas menyadari bahwa pengajaran sand kurang tepat jika pelaksanaannya masih terkotak-kotak antara sub disiplin sains dengan sub disiplin sains yang lainnya, dan kurang menghubungkannya dengan fenomena yang terjadi dan sedang berkembang di lingkungannya karena kemajuan sains dan teknologi.

Akhirnya, B.L. Young (1982) mengemukakan bahwa keterpaduan berarti memberikan penekanan pada beberapa pendekatan yang meliputi:

a.       Penekanan pada pembentukan konsep-konsep, prinsip-prinsip dan hukum-hukum yang fundamental untuk sains secara keseluruhan.
b.      Penekananan pada proses pembentukan berpikir ilmiah.
c.       Penekanan pada hubungan dengan hubungan dengahn lingkungan kehidupan sehari-hari dan teknologi.

4.      Alternatif yang relatif lebih masih belum dikembangkan di Indonesia ialah pendidikan sains melalui pendekatan Science Technology Society (STS).
 Di Amerika Serikat STS ini telah dikembangkan sejak awal tahun 1980. Eddy M. Hidayat (1988:3 s.d. 6_ mengungkapkan  pendapat dari Ruston Roy (1983) tentang STS sebagai perekat menyatukan sains secara bersama-sama. Beliau juga melihat STS sebagai suatu kekuatan yang sedang bergerak dan suatu gagasan yang dapat menyempurnakan atau memperbarui tujuan-tujuan, kurikulum, pengajaran, evaluasi, dan pendidikan guru dalam pendidikan sains dewasa ini. Jadi gerakan STS bertitik tolak pada keinginan untuk meningkatkan keberania orang-orang untuk belajar sains yang benar-benar berarti.

Permasalahan Pelaksanaan Pengajaran Sains di Sekolah

Kegiatan belajar mengajar lebih menekankan kepada belajar bagaimana belajar, perolehan informasi tidak hanya sebagai produk melainkan juga sebagai proses, lebih menekankan keaktifan mental anak didik dalm belajar, pentingnya memanfaatkan sumber belajar antara lain lingkungan sebagai salah satu sumber belajar unutk mengefektifkan kegiatan belajar mengajar, dan pentingnya pemahaman guru baik di tingkat SD, SMP dan SMA tentang penerapan pendekatan keterampilan proses. Dalam kenyataannya kegiatan belajar-mengajar di sekolah-sekolah ( SD, SMP, dan SMA. Masih terdapat beberapa kesenjangan pelaksanaan pendekatan keterampilan proses antara lain, masih rendahnya tingkat kesiapan guru dalam menerapkan keterampilan proses.
Hal-hal yang berhubungan dengan keterampilan proses yang menjadi masalah dalam pelaksanaan pengajaran sains di sekolah:
1.      Media pendidikan masih kurang atau minim sekali, karena itu seperti alat peraga belum dapat digunakan sepenuhnya untuk membantu kegiatan belajar mengajar.
2.      Dalam kegiatan belajar-mengajar sains (IPA) belum tampak dikaitkan dengan teknologi dalam upaya meningkatkan pemahaman anak didik di bidang sains itu sendiri.
3.      Lingkungan belum dimanfaatkan sebagaimana diharapkan oleh konsep keterampilan proses sains.

Keterampilan Proses         

Pendekatan keterampilan proses adalah cara memandang anak didik sebagai manusia seutuhnya. Cara memandang ini diterjemahkan dalm kegiatan belajar mengajar yang sekaligus memperhatikan pengembangan pengetahuan, sikap, nilai, seta keterampilan. Para ahli dikalangan pendidikan menyatakan bahwa sains adalah produk atau konsep.
Pendekatan proses mempunyai kebaikan dan keburukan, antara lain:
Kebaikannya :
  1. Anak didik akan berperan secara aktif dalam kegiatan belajarnya
  2. Anak didik mengalami sendiri proses untuk mendapatkan rumusan atau konsep maupun keterangan tentang sesuatu sehingga ia dapat memahaminya.
  3. Memungkinkan anak didik mengembangkan sikap ilmiahnya dan merangsan rasa ingin tahu pada diri anak didik.
  4. Anak didik akan memperoleh pengertian yang dihayatinya benar-benar, karena anak didik sendiri yang menemukan konsep atau generalisasi dari hasil pekerjaannya sendiri.
  5. Pengertian anak didik lebih mantap sehingga memungkinkannya untuk dapat menerapkan kedalam masalah lain yang relevan.
  6. Memungkinkkan anak didik bekerja denga leluasa dan mengurangi keterganutngan kepada orang lain.
  7. Anak didik akan merasa puas dengan hasil penemuannya sebagai salah satu faktor menumbuhkan motivasi intinsik pada diri anak didik.
  8. Melalui pendekatan proses ini, pengembangan ilmu dan perubahan-perubahan konsep yang munkin terjadi mudah diterima.
  9. Anak didik terlatih dalam hal kegiatan yang diperlukan dalm sains, sebagaimana yang biasa dilakukan oleh para ahli sains.
  10. Memungkinkan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar secara maksimal.
  11. Membiasakan anak didik untuk mengemukakan pendapatnya secara sistematis dan menghargai pendapat orang lain.
Keburukannya :
  1. Pelaksanaan kegiatan ini memerlukan waktu lama dan belum ada jaminan bahwa anak didik akan tetap bersemangat.
  2. Guru harus lebih banyak menyediakan waktu untuk anak didik.
  3. Jumlah anak didik dikelas harus kecil karena setiap individu anak didik memerlukan perhatian guru.
  4. Harus memperhitungkan kesiapan intelektual anak didik sebab akan mempengaruhi hasil penemuannya.
  5. Guru mengalami kesulitan dala menyusun bahan pelajaran yang harus memenuhi bahan yang diperlkan anak didik dan sesuai dengan lingkungan belajar anak didik.
  6. Perencanaan harus benar-benar lebih teliti agar mudah dikerjakan anak didik.
  7. Kurang adanya jaminan bahwa setiap individu anak didik akan sampai kepada tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
  8. Sulit membuat anak didik turut serta secara merata.

Mengapa Keterampilan Proses

Beberapa alasan mengapa pendekatans keterampilan proses perlu diterapkan dalam kegaitan belajar-mengajar bagi anak didik sebagai berikut :
  1. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berlangsung semakin cepat, sehingga guru akan mengaalmi kesulitan jika harus mengajarkan semua fakta dan konsep kepaada anak didik.
  2. Banyak sumber belajar yang dapat dimanfaatkan guna meningkatkan pemahaman anak didik. Melalui latihan-latihan yang dibimbing oleh guru.
  3. Memberikan pemahaman kepada anak didik dengan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.
  4. Memberikan kesempatan kepada anak didik untuk mempraktekkan sendiri serta terjun langsung agar materi akan lebih cepat dipahami oleh anak didik.
  5. Merangsang anak didik untuk selalu bertanya, berpikir kritis objektif.

Bagaimana Keterampilan Proses

Langkah-langkah pelaksanaan keterampilan proses sebagai berikut:
  1.  Pemanasan. Pemanasan dimulai dengan urun pikiran tentang gambaran mental yang dimiliki tentang pokok bahasan yang dipelajari.
b.   Pengamatan atau observasi berarti penggunaan indera yang diperlkan untuk memperoleh informasi sebanyak mungkin.
      c.   Interprestasi dari Pengamatan
           Dilakukan pencatatan ciri khasdari suatu pengamatan objek atau tahap perkembangan. Atau kejadian  untuk menghubungkan pengamatan yang satu dengan yang lain.
      d.   Peramalan
Pola dan hubungan yang sudah diamti digunakan untuk meramalkan kejadian yang belum diamati.
  1. Aplikasi Konsep
Menggunakan konsep yang dipelajari dalam sitausi yang baru atau menggunakan pengamalan baru sebagaimana timbul dalam upaya menterjemahkan apa adanya.
      g.   Perencanaan Penelitian
            Berpedoman dari pertanyaan apa yang harus dijawab secara jelas
      h.   Komunikasi
Komunikasi merupakan suatu proses yang berhubungan erat dengan cara anak didik belajar mengkombinasikan kata objek yang secara esensial harus diperlukan atau dipikirkan.